music box

Jumat, 22 Juni 2012

Tak Terbalas


            Bayu Nugraha,itu namanya.Aku tahu dia tidak ganteng,aku tahu orang tuanya tidak kaya,tapi aku tahu dia pintar di segala hal dan aku tahu senyumnya sangat mempesona. Aku memang tidak pernah bicara sepatah kata pun pada Bayu tapi sejak kejadian 2 bulan yang lalu aku menjadi ingin lebih mengenalnya ketika dengan sabar ia mengajariku memainkan lagu asing dari Vietnam menggunakan biola kesayanganku.Tapi sayang sudah 4 hari ini ia tidak datang ke sekolah musik ini.Kudengar dari Kepala Sekolahku bahwa Bayu telah keluar dari sekolah musik. Suara pintu yang tertutup membuyarkan lamunanku.
            “Belajar apa  ngelamun?”ledek kakak perempuanku
“Ya,tau lah…”jawabku sambil memutar kursi belajarku
            “Bayu lagi?”tanyanya ketika melihat foto Bayu yang ku selipkan di bukuku.Segera ku tutup buku meski aku tahu itu perbuatan bodoh karena sudah terlambat aku menutup buku itu.
            “Puti..Puti..Kalo emang sayang bilang dong ke orang nya!”serunya menggebu - gebu
“Iya,gampang buat kamu yang play     girl!”makiku sedikit meledek
“Emang susah ya jadi anak polos.Bilang aku cinta kamu aja susah.”omelnya
            “Whatever..!”gumamku acuh
            “Whatever juga.”balas sambil berlalu.Aku tertawa sendiri melihat tingkah lakunya
            “Eh,ketawa mulu’!Belajar sana!”serunya sembrani melongok ke kamar mungilku
            “Iya,bawel!!”teriakku sambil mengembalikan kursi belajarku kembali seperti semula
***
            Sudah dua hari ini aku malas pergi kesekolah musik.Tidak ada Bayu adalah petaka tersendiri bagiku.Hidupku menjadi hampa tanpa Bayu (ceile ^v^).Sekedar iseng aku tanya keberadaan  Bayu sekarang kepada guruku.Akhirnya aku tahu Bayu sekarang tinggal di Maospati.
            Tak sabar ku tunggu dentingan piano yang menandakan siswa sekolah musik HARUS meninggalkan sekolah.Baru saja aku memikirkannya,piano itu sudah mulai duluan.
http://ciungtips.blogspot.com/2010/06/saat-cinta-tak-harus-memiliki.html
            “Yes!”seruku setengah berteriak
            “Ya Miss.Puti?”tanya guru drumku.Di sekolah musik ini kami tidak bebas memilih.Segala jenis alat musik harus bisa kami kuasai
            “Nothing,Sir.I just happy because it’s time for back to home.”jawabkusedikit gugup,Aku malu bukan main
            “Oke!See you.”ujar guru drumku sambil keluar dari kelas
***
            “Yes!”seruku setengah berteriak
            “Ya Miss.Puti?”tanya guru drumku.Di sekolah musik ini kami tidak bebas memilih.Segala jenis alat musik harus bisa kami kuasai
            “Nothing,Sir.I just happy because it’s time for back to home.”jawabkusedikit gugup,Aku malu bukan main
            “Oke!See you.”ujar guru drumku sambil keluar dari kelas
            “Ke Maospati yuk…….!!!”ajakku kepada kakak perempuanku
            “Mau ngapain?”tanyanya dengan nada jutek
            “Ya………Refresing lah…Kakakkan kayaknya lagi BT.”jawabku mencari alasan
            “Makanya belajar naek motor sana!Nyusahin orang aja!”Gerutunya kesal,walau akhirnya ia beranjak dari duduknya
            “Wa……………………….Poppy baek deh!”teriakku histeris
            “HEH!!Kak Poppy!Loe pikir gue temen loe apa?Gue ini KAKAK loe!”maki kak Poppy sambil mendelik tajam
            “Iya..iya..”ujarku was – was
            “Yuk!”ajaknya sedikit berkacak pinggang
            “Come On!!!!!!!!!!!!!!”balasku bersemangat
            Perjalanan menuju Maospati terasa lama bukan main.Rasa rinduku ke Bayu sudah di ujung tanduk.
            “Stooooooooooppppp……!!”seruku spontan.Aku sendiri kaget ketika melihat rumah bercat biru sederhana seperti yang diberitahu guruku.
            “Mau ngapain sih?”tanyanya jengkel.Terlihat jelas bahwa kak Poppy kaget setengah mati
            “Ya,mau turunlah!Ngapain lagi?Emang aku orang kurang kerjaan,jauh-jauh ke Maospati Cuma buat jalan -jalan?”jawabku panjang lebar
            “Ya,udah!Sono…sono…sono.Gue mau ngeceng.Kalo loe mau pulang calling gue dan loe gak usah ngerjain gue, kayak ngalling gak penting!Okey?”ujarnya panjang melebihi jembatan Suramadu
            Gaya banget sih pake ‘gue’ ‘loe’ an!”runtukku sebal
            “Makanya cepetan kuliah.Jangan ndekem di Madiun aja!”Kak Poppy malah menceramahiku “Udah!Sono..So no..”ujarnya sambil melengospergi.Itulah Kak Poppy jika dia sedang good mood baiknya enggak ketulungan,tapi kalo lagi bad mood nyebelinnya enggak kepalang deh!
            Agak lama aku mematung dipinggir jalan.Akhirnya ku putuskan untuk sedikit mengintai rumah Bayu.Lama ku pandangi rumah sederhana itu,tidak ada hal yang menarik.Hanya ada  Bayu yang mengajari 5 anak kcil di ruang depan.Tiba-tiba Bayu beranjak dari duduknya lalu mengambil motor dari garasi.
            Tanpa ku duga ada seseorang yang menepuk pudakku karena kaget sekali aku terjerembab ke depan.Aku meringis ketika melihat orang yang menepuk pundakku ,
B A Y U !!
            “Ya..ampun.Sorry!!!”serunya panik
            “Enggak papa kok.”ujarku meski sebetulnya seluruh badanku sakit bukan main.Aku berusaha berdiri dari jatuhku
            “Sini..sini..”gumamnya seraya memapahku
            “Enggak usah.gak papa kok”aku kembali berujar.Bayu diam saja.Dia tidak menanggapi permintaanku,Dia membawa masuk kerumahny,mengambil obat luka dan mengobati tanpa bicara
            “Makasih ya..”ucapku ketika dia telah selesai mengobati lukaku
            “Of course.”ujarnya sambil tersenyum.Sumpah!!Manis banget!”Mau pulang sekarang?”tanyanya ketika aku memandangnya
            “Iya.”gumamku pendek
***
            Bahagaianya bisa pulang bareng bayu.Aku merasa melupakan sesuatu.Berusaha keras ku igat,ternyata…
            “Kak Poppy…!!!!!!!!!”teriakku panik.Ku ambil HP ku dan ku SMS kak Poppy.Bisa ditebak dia marah– marah sambil misuh – misuh.
            Tak ku pedulikan amarah Kak Poppy.Yang terpenting aku bisa dekat dengan Bayu sampai suatu hari keberanianku muncul
            “Bayu….Mm..ma..u gak jadi pp…acarku?”tanyaku gelagapan
            “Sorry Put…Aku gak bisa.Aku udah punya pacar,dan aku hargain dia.Dia….Kakak kamu”jawabnya tanpa berpikir panjang
            “Oke,no problem.if are you happy I’m happy too,for you.” ujarku menahan tangis sekaligus berusaha tersenyum.Senyum yang sangattttttttttttttttttttttttt tipis, kecut, dan sangat ku paksakan untuk Bayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar