Author:: Assyifa Widiastomo
Genre :: saya sendiri bingung (?)
Cast :: Ikrima Lauhil Wifa, Harwian Caesar Cendraviardi, Bu Puji, Bu Nunik
Reader :: Siapa aja boleh
Say No Plagiat :)
Genre :: saya sendiri bingung (?)
Cast :: Ikrima Lauhil Wifa, Harwian Caesar Cendraviardi, Bu Puji, Bu Nunik
Reader :: Siapa aja boleh
Say No Plagiat :)
Let's Go for creations \^,^/
Hari
ini adalah hari Selasa, pukul 4 kurang 10 menit terdengar suara dari dapur
memanggil Rima.
“Ma…Rima…”
“Dalem, Bu.”jawab Rima sopan
“Ayo
les.”suruh Ibu Rima
“Males aku, Bu. Habis ini ada
acara TV bagus.”Rima mengelak ajakan
Ibunya untuk les
“Kamu
itu enggak mau pintar? Lihat TV aja. Lihat di YouTube kan juga bisa.”paksa Ibu
Rima
“Mana
uangnya?”
“Ya
pake uang kamu sendiri dong. Pokoknya kalo kamu enggak les uang jajan kamu ibu
potong.”ancam Ibu Rima
“Iya,
iya ayo berangkat.”ujar Rima yang akhirnya mengalah
Dengan terpaksa Rima memasukkan buku-buku
Matematika ke dalam tasnya. Masih
dengan perasaan tidak rela Rima menaiki motor menuju tempat lesnya. Setelah
sampai di tempat lesnya Rima segera mengucapkan salam
“Assalamualaikum.”salam
Rima
“Wa’alaikumsalam. Ayo, Ma.
Masuk.”ajak Bu Nunik, guru les Matematika Rima. Rima hanya mengangguk dan mengikuti langkah Bu
Nunik. Tanpa sengaja pandangan Rima menangkap televisi di meja, Rima menjadi
teringat drama korea di televisi yang setiap sore selalu ia tunggu.
Setelah duduk dan
mengeluarkan bukunya, tiba-tiba terdengar suara motor di luar sana. Orang yang
duduk di boncengan dengan jaket abu-abu. Rima merasa mengenalnya. Tapi siapa?
“Siapa, Ma?”tanya Bu Nunik
“Enggak tahu, Bu.”jawab
Rima
“Eh, Ma. Itu Echa ya?”kali
ini pertanyaan Bu Nunik membuat Rima terhenyak. Harwian Caesar Cendraviardi.
Seorang cowok Sagitarius kelahiran 28 November 1996 yang pernah mengisi relung
hati Rima.
“Ha?! Bukan, Bu. Bukan Echa.”jawab rima segera.
Tapi jawaban Rima tersebut tidak ada gunanya karena cowok yang di maksud Bu
Nunik ada di depan pintu.
”Assalamualaikum.”salamnya.
Suara itu. Suara yang di kenal Rima. Suara yang dulu selalu di rindukannya.
Echa.
“Wa’alaikumsalam. Ayo,
Cha. Masuk.”ujar Bu Nunik Mempersilahkan Echa masuk. Echa menurut perintah Bu
Nunik. “Mau duduk di mana, Cha? Apa mau di sebelahnya Rima?”tawar Bu Nunik
“Enggak usah, Bu. Disini aja.”ujar Echa sambil
menunjuk tempat di depan Rima
“Oh, God!!!!!!!!!
Mimpi apa aku semalem? Bisa duduk hadap-hadapan sama Echa?!”batin Rima
kegirangan setengah mati. Echapun duduk dan mengeluarkan buku-bukunya.
“Bu, ini gimana caranya?”tanya Echa
“Set dah! Ni bocah aneh banget yak? Belom baca
soal udah tanya aja!”Rima kembali membatin “Tapi gapapa mau segimana koplaknya ini
bocah, saya Ikrima Lauhil Wifa tetep cintaaaaaa ama itu bocah“!pikiran Rima
semakin menggila saja.
Sejenak ruangan itu
sejenak hening. Akan tetapi tiba-tiba ada seseorang yang mengucapkan salam
diluar sana.
“Assalamualaikum.”
“Semoga aja bukan pengacau
yang merusak les terbaikku bersama Echa!”pikir Rima sekaligus berdo’a
Bu Nunik pergi menemui
orang tersebut. Ternyata itu bukan salah seorang murid Bu Nunik. Mereka
terdengar asyik berbincang di Ruang Tamu.
“Ma, yang telpon aku waktu
itu kamu kan, Ma?”tanya Echa dengan nada sedikit menuduh.
“HA?! Enggak!” seru Rima dengan sedikit kaget
“Halah?”
“Beneran?”ujar Rima
“Aku hafal kok, itu
suaramu.”ucap Echa
“Kapan sih aku telpon
kamu?”tanya Rima menantang Echa untuk memberikan bukti yang lebih kuat.
“Ya...Waktu itu. Aku lupa.”jawab Echa mencari
alasan
“Kapan? Hari apa, tanggal berapa? Jam
berapa????”Rima semakin menantang Echa. Akhirnya Rima dan Echa terlibat dalam
pertengkaran seru. Sayang, Bu Nunik tiba-tiba kembali ke dalam ruangan.
“Heh!
Sudah kelas 2 SMP semua. Enggak boleh bertengkar!”nasehat Bu Nunik
Akhirnya
Rima dan Echa kembali tenggelam dalam tugas matematika masing-masing. Tak lama
kemudian Echa berhenti mengerjakan tugas Matematikanya. Pandangan Echa bertumpu
pada suatu titik. Rima. Rima menyadari ada seorang cowok yang memandangi dia.
Rima membalas pandangan Echa. Mereka berdua saling pandang.
“Ada
apa dengan diriku ini? Kenapa jantungku berdegup kencang di saat dia menatapku?
Echa, kenapa kamu hadir lagi dalam kehidupanku saat aku ingin
melupakanmu?”batin Rima. Rima menggeleng untuk meninggalkan pikiran-pikirannya
tentang hal itu. Tentang Echa. Rima kembali mengerjakan tugasnya, berusaha
untuk tidak mempedulikan Echa yang masih memandanginya penuh arti. Lama.......
Echa masih memandangi Rima.
“Hayo,
Echa ndang di kerjakan, jangan ngeliatin Rima aja. Nanti malah malah CLBK. Kalo Selasa bukannya les
malah pacaran aja.”ceramah Bu Nunik.
“HA?! CLBK sama Rima? Moh, Bu!”seru Echa membuat tubuh Rima menjadi
kaku seperti robot.
“He? Emang aku mau CLBK sama kamu? Aku yo ogah!”balas Rima tak mau kalah.
“Sudah , jangan membohongi
diri kalian sendiri kalo masih suka bilang! Pikirkan itu baik-baik sambil
mengerjakan tugas Matematikanya.”nasehat Bu Nunik.
Rima dan Echa terdiam sembrani mengerjakan
tugas masing-masing. Tapi waktu mereka untuk berpikir terlalu singkat. Kini
mulut mereka yang harus berbicara bukannya hati dan pikiran mereka yang saling
berbicara. Karena...
“Assalamualaikum Bu Nunik.”panggil orang
di luar sana
“Wa’alaikumsalam.”Bu Nunik
bergegas meninggalkan kedua muridnya yang sedang tersandung masalah cinta.
Begitu sepi ruangan tempat
mereka les. Tidak ada suara.
”Hmm..Ma..”panggil Echa
pelan.
”Kenapa?”tanya Rima yang
cuek bebek dan tetap berkutat saja dengan soal-soalnya.
”Ada yang bilang kamu CLBK
sama Dery ya?”tanya Echa yang sedikit terdengar ragu-ragu. Dery? Hmm.. Dery
adalah teman Rima sejak kecil. Dulu memang Rima dan Dery saling menyukai.
Bahkan mereka sempat menjalin hubungan khusus. Tapi saat ini Rima tidak yakinperasaan
itu masih ada.
”Siapa yang bilang?!
BOHONG!!”tegas Rima tetap berusaha cuek.
”Alhamdulilah deh.”gumam
Echa sambil senyum-senyum tidak jelas.
”Kenapa, Cha?”tanya Rima
karena suara Echa memang terlalu lirih.
”Berarti kamu enggak punya
pacar dong?”bukannya menjawab pertanyaan Rima Echa malah menanyakan hal lain.
”Enggak.”jawab Rima
singkat
”Kalo gitu aku boleh dong
jadi pacar kamu?”tanya Echa cuek. Walaupun begitu dia menundukkan mukannya.
Pasti malu!
”Hmm...Kasih tahu enggak
ya?”
”Kasih tahu aja lah.”rayu
Echa.
”Hmm.. I need times, Cha.”ucap Rima yang tiba-tiba berubah serius.
”Berapa lama?”tanya Echa
yang terlihat kecewa.
”Rima!!! Udah
dijemput!”teriak Bu Nunik dari depan
”Sampai hati aku siap,
Cha.”jawab Rima.
”I will waiting you.”ucap Echa sebelum Rima keluar dari ruangan.
Rima hanya tersenyum. Saat
seperti ini yang sudah lama ia nantikan. Saat Echa menyatakan cinta kepadanya.
Saat Echa berani mengungkapkan perasaannya kembali ke Rima. Rima memang sudah
menunggu lama. Tapi ia masih ingin melihat perjuangan Echa. Dia tak mau kecewa
untuk yang kedua kalinya nanti. Rima tidak menyangka kejadian ini akan terjadi
disebuah bimbingan matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar