music box

Selasa, 18 Juni 2013

'Seperti' Harapan

Aku heran denganmu,
sebenarnya di sini,
kamu yang tidak punya perasaan
atau aku yang terlalu perasa?
Terlalu berharap,
terlalu ke-gr-an akan tindakan kecilmu.
Tindakan yang mungkin tidak berarti bagimu.

Kamu terus saja begitu.
Sedetik memberi harapan,
tapi ribuan detik memberi abaian.
Sedikit mengukir senyum,
tapi banyak melukiskan tangis.
Sebentar mendekat,
lalu pergi berkelana entah kemana.
Mungkin jauh,
lama,
membuatku menunggu,
meninggalkan tangis,
menyisakan sakit,
dan menggantungkan harapan


Ya, itulah kamu.
Kamu yang 'seperti' meninggalkan harapan
ketika aku ingin pergi jauh.
Ketika aku tidak ingin mengganggu kamu lagi.
Selalu begitu,
harapan itu seakan selalu di saat aku sudah merasa tidak kuat,
merasa kesakitan.

Tapi kenapa,
tidak pernah kamu tampakkan harapan nyata?
Atau memang benar,
aku yang terlalu perasa.

Sepertinya aku tidak perlu terus menunggu,
menunggu datangnya jawab akan tanyaku.
Tentang pilihanmu,
tentang perasaanmu,
Tentang kejelasanmu.

Mungkin benar,
itu bukan harapan,
itu hanya perlakuan kecil tak berarti bagimu.

Dan lagi-lagi,
aku merasa sakit di hati.
Lagi-lagi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar