membingungkan.
Membuatku penasaran,
itu siapa?"
Pernyataan dan pertanyaannya itu terus tergantung di pikiranku,
ketika aku membaca tulisan yang kamu publikasikan di sosial media.
Semuanya seakan menjawab literatur yang kutuliskan,
tapi ada satu benang yang membuatnya seakan bukan aku.
Jujur saja,
aku ingin sekali lebih mengenalmu,
menjadi temanmu.
Menunggu kepastian darinya bersamamu.
Iya, bersama kamu yang mungkin memiliki rasa ingin memiliki lelaki itu,
lelaki yang juga aku sayangi,
sejak dulu.
Tapi selalu saja,
seakan ada satu tembok pemisah antara kita berdua
yang sulit dirobohkan,
mungkin malu,
mungkin gengsi.
Atau mungkin waktu yang ditunggu-tunggu tapi tidak kunjung datang?
Aku tahu,
waktu tidak perlu ditunggu,
dia tidak peka.
Toh, waktu tidak bisa memulai segalanya.
Hanya aku dan kamu yang bisa.
Tapi kenyataannya?
Kita malah saling tunggu.
Sekali lagi aku ingin jujur padamu,
aku benar-benar ingin berteman,
tidak ingin bertengkar.
Sama seperti kamu,
aku tidak ingin ada salah paham.
Hanya saja...
Ada satu argumen dalam benakku yang membuatku mengurungkan niat,
apa yang kamu maksud benar-benar aku?
Itu saja yang membuatku enggan memulai terlebih dulu.
Takut kamu tidak memiliki niat yang sama,
takut bahwa kenyataannya dalam literaturmu itu bukan aku,
takut jika ternyata kamu membenciku,
takut kamu hanya menganggapku modus,
sok kenal,
ke-PD-an.
Maaf,
aku ingin berteman dengan kamu.
Aku ingin...
Tapi tidak bisa memulai.
Tidak tahu apa yang akan pertama kubicarakan.
Tidak tahu bagaimana caranya.
Mungkin hanya bisa menunggu kamu yang memulai.
Atau semuanya tidak akan terjalin....
Segalanya membingungkan.
Lagi-lagi membingungkan.
Terus membingungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar