music box

Minggu, 23 Juni 2013

Paket Lengkap Menunggu

Mungkin bukan menunggu namanya,
jika aku terus menanyakan kapan datangnya waktu.
Mungkin bukan bersabar namanya,
jika aku terus gelisah
menanti dia yang tak kunjung datang.

Karena yang namanya menunggu,
harus satu paket dengan bersabar.
Terus menanti tanpa pernah menangis.
Selalu percaya,
bahwa Tuhan punya timing tersendiri.
Terus percaya tanpa pernah mengeluh,
bahwa apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia.
Saat itu akan datang.
Suatu hari.
Pasti.

Karena yang namanya bersabar,
harus setia menunggu.
Hanya bisa menghapus peluh,
jangan pernah mengeluh.

Apa susahnya percaya?
Pada Tuhan,
takdir,
keadaan,
dan dia.

Seperti paket lengkap saat makan,
nasi, lauk, sayur, buah, minum harus ada.
Seperti itu juga menunggu
Karena ini sudah saatnya,
tidak hanya menunggu dengan sabar,
tapi juga meyakini,
dia layak untuk ditunggu.
Karena aku layak memilikinya.



Terdengar terlalu kekanakan?
Seperti terlalu percaya diri?
Bukan,
itu hanya penyemangatku.
Pengobar harapan.
Teman saat menunggu.

Karena aku hanya bisa menunggu-bersabar-dan meyakini.
itu tidak salah kan?

Jumat, 21 Juni 2013

Mungkin Salah Paham (?)

Mungkin ini yang namanya salah paham.
Ketika obyek semu kita
tertebak secara salah,
mengenai orang lain.
ZONK!!!

Karena yang namanya salah paham,
adalah dua pemikiran berbeda
yang terus bergelut dalam pikiran kita sendiri-sendiri.
Kamu tidak tahu apa yang aku maksud,
aku juga tidak tahu apa yang kamu inginkan.

Aku bukannya mau sok tahu,
mengira semua literatur itu untukku,
atau kembali,
aku terkena penyakit ke-PD-an.

Mungkin memang benar,
dalam sebuah ketidak tahuan
lebih elegan jika kita diam.
Tidak sok tahu.
Tapi aku tidak ingin semuanya semakin semu.

Kita saling berbicara tanpa saling mengajak bicara
dengan bahasa kita masing-masing.
Tanpa pernah tahu kebenarannya.
Apa kamu tidak lelah dengan cara itu?
Mungkin benar apa yang ku katakan,
Dua pemikiran yang berbeda ini harus bertemu.
Cepat atau lambat,
agar dua pemikiran ini
bisa menemukan satu jalan yang kita pilih berdua.

Pada saatnya kita pasti akan bertemu,
memberi tahukan obyek itu dengan jelas.
Menyelesaikan kesalahan pahaman.
Mencari satu jalan untuk bisa kita lalui bersama.



Kamis, 20 Juni 2013

Potret Kisah #PIRATES XE

Baru setahun,
baru satu tahun bersama saja
aku sudah banyak belajar dari kalian semua.
Tentang cerita kalian,
cerita kita.
Tentang tawa kalian,
tawa kita.
Tentang tangis kalian,
tangis kita.




Kalian tahu tentang pelajaran kimia?
Pelajaran di mana angka dan huruf menjadi satu padu.
Pelajaran yang membuat kepala pening,
dan hati nelangsa.
Pelajaran yang susah.
Tapi dari kimia kita belajar banyak hal.
Belajar kehidupan.

Kalian itu ya seperti pelajaran kimia.
Orang dari utara, selatan, timur, barat bersatu padu.
Terkadang membuat jengkel,
tapi kalian sudah seperti sumber kehidupanku,
asupan tawaku.

Di setiap potret kisah kita,
di sana ada canda tawa kita.
Meski terkadang tangis dan amarah menjadi pengganggu.
Tapi tetap saja,
kalian yang terbaik.

Karena bagiku,
kalian yang selalu berhasil mengubah tangisku menjadi tawa
ketika rasa sesak di hatiku berubah menjadi airmata.
Karena kalian,
yang mau mendengarkan cerita sumbangku,
mampu menghapuskan tangisku dengan setiap tawa kalian.



Ya,
satu tahun sudah berlalu.
Aku tahu,
hidup memang harus berotasi untuk mendapatkan
rasa manis, pahit, asam, dan asin.
Untuk tahu apa artinya hidup.
Hidup harus berpindah,
tidak mungkin berhenti begitu saja.
Jalani rotasi kehidupan kalian dengan baik, teman.

Terimakasih untuk segala canda dan tawa yang kalian buat.
Dan aku menyayangi kalian.
Kita selamanya teman kan?


dedicated for my beloved PIRATES XE SMADA MADIUN
Arab-Yeye-Adit-Iman-Kukun-Bast-Alvin-Della-Wita-Dyta-Elsa-Ebi-Mamak-Wati-Oced-Junet-Manda-Owob-Miami-Vira-Hadi-Mami-Alip-Roy-Rona-Risma-Sesil-Inos-Anggi-Tiwi-Tommy-Aseng


Rabu, 19 Juni 2013

Hanya Membingungkan

"Obyek kamu tidak kalah semu,
membingungkan.
Membuatku penasaran,
itu siapa?"

Pernyataan dan pertanyaannya itu terus tergantung di pikiranku,
ketika aku membaca tulisan yang kamu publikasikan di sosial media.
Semuanya seakan menjawab literatur yang kutuliskan,
tapi ada satu benang yang membuatnya seakan bukan aku.

Jujur saja,
aku ingin sekali lebih mengenalmu,
menjadi temanmu.
Menunggu kepastian darinya bersamamu.
Iya, bersama kamu yang mungkin memiliki rasa ingin memiliki lelaki itu,
lelaki yang juga aku sayangi,
sejak dulu.

Tapi selalu saja,
seakan ada satu tembok pemisah antara kita berdua
yang sulit dirobohkan,
mungkin malu,
mungkin gengsi.
Atau mungkin waktu yang ditunggu-tunggu tapi tidak kunjung datang?

Aku tahu,
waktu tidak perlu ditunggu,
dia tidak peka.
Toh, waktu tidak bisa memulai segalanya.
Hanya aku dan kamu yang bisa.
Tapi kenyataannya?
Kita malah saling tunggu.

Sekali lagi aku ingin jujur padamu,
aku benar-benar ingin berteman,
tidak ingin bertengkar.
Sama seperti kamu,
aku tidak ingin ada salah paham.

Hanya saja...
Ada satu argumen dalam benakku yang membuatku mengurungkan niat,
apa yang kamu maksud benar-benar aku?

Itu saja yang membuatku enggan memulai terlebih dulu.
Takut kamu tidak memiliki niat yang sama,
takut bahwa kenyataannya dalam literaturmu itu bukan aku,
takut jika ternyata kamu membenciku,
takut kamu hanya menganggapku modus,
sok kenal,
ke-PD-an.

Maaf,
aku ingin berteman dengan kamu.
Aku ingin...
Tapi tidak bisa memulai.
Tidak tahu apa yang akan pertama kubicarakan.
Tidak tahu bagaimana caranya.
Mungkin hanya bisa menunggu kamu yang memulai.
Atau semuanya tidak akan terjalin....
Segalanya membingungkan.
Lagi-lagi membingungkan.
Terus membingungkan.

Selasa, 18 Juni 2013

'Seperti' Harapan

Aku heran denganmu,
sebenarnya di sini,
kamu yang tidak punya perasaan
atau aku yang terlalu perasa?
Terlalu berharap,
terlalu ke-gr-an akan tindakan kecilmu.
Tindakan yang mungkin tidak berarti bagimu.

Kamu terus saja begitu.
Sedetik memberi harapan,
tapi ribuan detik memberi abaian.
Sedikit mengukir senyum,
tapi banyak melukiskan tangis.
Sebentar mendekat,
lalu pergi berkelana entah kemana.
Mungkin jauh,
lama,
membuatku menunggu,
meninggalkan tangis,
menyisakan sakit,
dan menggantungkan harapan


Ya, itulah kamu.
Kamu yang 'seperti' meninggalkan harapan
ketika aku ingin pergi jauh.
Ketika aku tidak ingin mengganggu kamu lagi.
Selalu begitu,
harapan itu seakan selalu di saat aku sudah merasa tidak kuat,
merasa kesakitan.

Tapi kenapa,
tidak pernah kamu tampakkan harapan nyata?
Atau memang benar,
aku yang terlalu perasa.

Sepertinya aku tidak perlu terus menunggu,
menunggu datangnya jawab akan tanyaku.
Tentang pilihanmu,
tentang perasaanmu,
Tentang kejelasanmu.

Mungkin benar,
itu bukan harapan,
itu hanya perlakuan kecil tak berarti bagimu.

Dan lagi-lagi,
aku merasa sakit di hati.
Lagi-lagi....

Selasa, 11 Juni 2013

Dalam Keadaan Ini...

Dalam keadaan ini,
bukan hanya kamu yang berharap.
Berharap dia akan lebih memilih kamu.
Dalam keadaan ini,
bukan hanya kamu yang merasa tersakiti,
tersaingi.
Dalam keadaan ini,
bukan hanya kamu yang terus mengeluarkan tanya,
dan menunggu datangnya jawaban.
Dalam keadaan ini,
bukan hanya kamu yang mengharapkan kejelasan darinya,
siapa yang diinginkannya pergi,
dan siapa yang ingin dia miliki.

Tapi dalam keadaan ini,
ada aku yang juga merasakan hal yang sama dengan kamu.
Aku ingin mendekat,
tapi sudah ada kamu yang lebih dekat.
Aku ingin menjauh,
tapi aku tidak tega dengan segala perjuanganku.

Menurutku,
dalam keadaan ini kita sama,
hanya bisa berharap pada dia,
pada penjelasannya,
pada keputusannya.

Dan kamu yang sudah berada jauh lebih dekat dengannya daripada aku,
kamu belum bisa menyuruhku pergi.
Menjauhi dia,
mengikhlaskan dia untuk menjadi milikmu.
Belum.

Suatu saat kita akan tahu jawabannya,
dia akan memilih kamu yang lebih baik daripada aku,
lebih kuat,
lebih pintar,
lebih cerdas,
atau dia akan memilih aku,
yang sudah 3 tahun ini menyimpan rasaku untuk dia.
Setia menunggu.

Tapi dalam keadaan ini,
bisakah kamu jangan menganggapku musuh?
Ini masalah hati,
kamu tidak bisa menyalahkan aku,
aku tidak bisa menyalahkan kamu.

Karena aku di sini,
sudah siap memperjuangkan perasaanku,
tapi aku...
juga sudah siap kalah.
Kalah setelah aku benar-benar memperjuangkan dia.
Kehilangan...
Di saat aku belum bisa memiliki dia.


"...do you care if I don't know what you say?
Will you sleep to night?
or will you think of me?
Will I shake this of? Pretend it's all OK 
that there's someone out there who feels just like me
there is..." - There Is - Box Car Racer