Takkan Terganti - Kahitna
Kulangkahkan kakiku ke jalanan terjal
menuju puncak gunung. Sendirian. Sebenarnya tidak benar-benar sendirian. Hanya
aku merasa sepi. Tanpa kamu yang menemaniku melangkah. Tanpa tawamu, tanpa
candamu. Sebenarnya semua itu tak pernah terpikirkan olehku. Tak pernah ada
sebersit pikiran bahwa pada akhirnya kita akan berpisah. Kamu pergi dari
sisiku.
Aku tak memahami waktu. Dia datang dan pergi membuatku
merasa bodoh. Waktu, saat kita bertemu dalam sebuah komunitas pecinta alam di
sekolah kita. Aku terpesona oleh sosokmu. Kuat, menarik, membuatku terpesona.
Kamu selalu membuatku semangat ketika harus melewaati jalanan terjal menuju
puncak gunung. Tapi apa sekarang? Waktu telah pergi membawamu pergi
meninggalkanku. Atau mungkin kamu sudah bosan? Karena semua itu berjalan terus
menerus? Atau mungkin lebih banyak cewek yang menurutmu lebih kuat menjalani
kehidupan di pecinta alam? Mungkin. Tapi asal kamu tahu. Hanya kamu yang ada di
relung hatiku. Mengisi setiap sudutnya. Hingga sulit untukku membuang semua
itu. Kamu tak akan pernah tergantikan.
Tahukah
kamu, aku belum pernah mencintai seseorang dengan seperti ini sebelumnya. Sebelum
melihatmu aku belum pernah jatuh cinta. Tapi kamu bisa dengan segala pesonamu. Kamu
tak akan tergantikan. Karena kamu bukan sekedar indah di mata, tapi juga di
hati. Semua kisah yang kamu ukir juga semua hal tentang kamu. Pribadimu. Semua
membuatmu tak tergantikan.
Tapi
mungkin benar. Waktu yang bersalah. Tanpa pernah permisi selalu datang dan pergi. Membawa senyuman lalu diganti
dengan tangios. Ibarat naik gung. Kita sudah gembira bisa mencapai puncak
tetapi di perjalanan pulang terjatuh. Rasanya sakit. Sampai mungkin rasanya tak
tahan. Tapi untuk mencintaimu sesakit apapun itu, tak akan pernah mengubahku. Aku
tetap mencintaimu. Hanya kamu yang ada di dalam hatiku.
Waktu. Salahkah aku
menyalahkan waktu? Hanya karena dia datang daan pergi selalu mengikut
sertakanmu? Apa dia tidak bisa meninggalkanmu terus di sisiku? Atau kamu yang
sudah tak betah untuk bertahan? Ya, mungkin aku bukan segalanya untukmu. Tapi
bagaimanapun kamu tetap di relung hatiku.
Aku suka pecinta alam.
Atau mungkin aku membencinya? Karena dari pencinta alam aku mengenalmu. Aku mulai mencintamu. Lelaki
pertama yang membuatku jatuh cinta. Ya, itu kamu. Kamu orang pertama. Karena
hal itu kamu adalah segalanya. Kamu bukan hanya sekedar ciptaan Tuhan yang
indah, tapi juga orang yang sempurna. Sempurna untuk dicintai. Kamu tak akan terganti. Terima kasih, kekasihku. Terima
kasih juga pecinta alam. Sayang, semoga kamu menemukan yang lebih baik dari
aku.
sista, follow balik ya :)
BalasHapussalam penulis, tetap berkarya cheers :)