Di
saat aku biarkan semua mengalir apa adanya,
jalan itu terbentang tanpa aku paham
akan hal itu.
Di
saat aku mulai menyusuri jalanan itu
dengan penuh keinginan dan ambisi,
jalan yang
kulalui rasanya semakin berliku tak menentu.
Di
saat aku mulai menyerah pada persimpangan yang tak ada habisnya,
entah mengapa
tanpa aku pahami
aku malah mendekatkan jarak antara kita.
Di
saat aku tersadar jalan itu akan segera menemukan tujuannya
aku mulai kembali menyusurinya,
tapi apa yang terjadi?
Semua tetap sama.
Kelabu...
Lalu
apa yang harus aku lakukan?
Mulut boleh bicara,
tinta boleh tertoreh,
tapi hati
tak dapat berbohong.
Sekuat
apa aku meyakinkan diriku sendiri untuk mengakhiri segala.
Berhenti untuk
melanjutkan perjalananku.
Menyudahi untuk terus memotong jalan.
Selesai untuk
mencintaimu.
Karena rasanya semua ini percuma!
Kamu tak akan biarkan kita bersatu.
Aku
tahu semua akan begini.
Aku akan menangis.
Tapi percuma untuk menyesal.
Aku
terlanjur terlalu mencintai kamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar