Di saat liburan pastikan enggak mikirin yang namanya pr, tugas, apalagi ulangan. Nah, terus apa yang bisa saya lakukan ketika hal itu terjadi? Kenyataan tidak ada! Akhirnya saya memilih untuk mengikuti kegiatan #puisimalam oleh account twitter @nulisbuku yang dimulai jam 23.00 sampai dengan 00.00, dan kali ini temanya HARMONI! Keghiatannya lumayan lah, walaupun enggak ada satupun yang di RT sama @nulisbuku tapi bikin aku bisa nulis lagi :D. Nah, cekidot deh #puisimalam @aassyifaa :D, hope you like this :)
Aku tak peduli dengan indahnya harmoni nada, aku hanya peduli dengan harmoni cinta kita
Benarkah harmoni itu milik indosat mentari? Bagiku tidak. Harmoni itu milik kita. Aku dan keluargaku
Petir dan hujan. Bagimu itu harmoni alam yang indah. Tapi aku tidak. Kumohon... Peluk aku. Aku takut.
Bolehkah aku datang di hidupmu? Sebagai pelengkap untuk nadamu. Agar tercipta harmoni, untuk kita.
Merekalah yang melengkapi melodi-melodi dalam hidupku. Merekalah harmoniku. Dan merekalah keluargaku.
Bersediakah kamu bersimfoni melantunkan nada dan melodi indah untukku dan menjadi harmoni untukku?
Saat aku sudah tak bisa menuliskan beribu harmoni puisi untukmu, aku hanya bisa melantunkan kata maaf
Hembusan angin, ranting yang patah, dan dedauan kering yang terinjak. Itulah harmoni terindah. Alam.
Dan ketika harmoni itu sudah lenyap terlupakan, kuharap aku masih bertahan di sisimu
Aku menunggu melodimu di sini tapi simfonimu untuknya di sana. Mungkin harmoni itu bukan milik kita
Nah itu dia #puisimalam yang kemarin malam saya (@aassyifaa) shared :D cuma 10 biji (padahal 1 jam, @nulisbuku ga nge-RT sama sekali, cuma ada 1 account yang nge-retweet salah satu #puisimalam saya. Terimakasih untukmu :D

